0
Kesehatan

Tips Menjaga Kesehatan Jantung Agar Tetap Terjaga

Jantung merupakan salah satu organ tubuh manusia yang dinilai paling penting karena fungsinya, yakni untuk memompa darah ke seluruh organ tubuh. Setiap darah yang dipompa akan melalui pembuluh darah dengan tujuan untuk menyuplai oksigen serta nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Selain itu proses kontraksi jantung juga dapat membantu menghilangkan sisa metabolisme dalam tubuh.

Mengingat pentingnya kesehatan jantung demi kelangsungan hidup manusia, tentu menjadi prioritas utama untuk selalu menjaganya. Sebab penyakit jantung menjadi salah satu penyakit yang paling berbahaya, karena menjadi faktor paling tinggi penyebab kematian manusia. Lantas bagaimana cara menjaga kesehatan jantung agar tetap terjaga? Berikut tips menjaga kesehatan jantung dari sehat.online.

Bebrapa Tips Menjaga Kesehatan Jantung Agar Tetap Terjaga

  • Rutin Berolahraga

Olahraga merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Tak lain hanya dengan jantung manusia. Dengan melakukan olahraga secara teratur ternyata dapat memberikan manfaat besar pada kesehatan jantung, yakni menguatkan jantung, menstabilkan tekanan darah, serta dapat mengurangi resiko gagal jantung.

  • Konsumsi Makanan Yang Sehat dan Berserat

Makanan berserat merupakan kategori makanan yang bisa dikatakan sehat, karena dapat membantu proses menurunkan kadar kolestrol yang bisa memicu resiko terjadinya penyakit jantung. Beberapa makanan yang mengandung serat tinggi diantaranya adalah, sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta seral, dan makanan lain yang mengandung asam lemak omega-3.

  • Istirahat Dengan Cukup

Istirahat, merupakan salah satu kebutuhan yang bisa memicu kesehatan tubuh manusia. Sebab istirahat sendiri merupakan kebutuhan yang mutlak dan harus dipenuhi di setiap harinya. dengan melakukan istirahat yang cukup, ternyata dapat mengembalikan kebugaran fisik, mental, emosional, serta spiritual, yang dapat melindungi kesehatan jantung secara alami.

  • Menjaga Kadar Gula Darah

Kadar gula darah yang tinggi, tidak hanya menjadi penyebab terjadinya penyakit diabetes saja, namun juga dapat beresiko meningkatkan terjadinya serangan jantung. Sebab kadar gula yang berlebih dapat merusak syaraf serta pembuluh darah yang mengendalikan sistem kerja jantung. Jika tekanan darah terlalu tinggi, maka pembuluh darah bisa saja pecah sehingga juga mempengaruhi fungsi kerja jantung.

Itulah tips menjaga kesehatan jantung yang ada di sehat.online. Untuk menjaga kondisi jantung agar tetap sehat, memang perlu suatu tindakan pencegahan agar dapat terhindar dari berbegai resiko terjadinya penyakit.

Read More
0
Kesehatan

Cara Mengobati Diabetes

Pengobatan Diabetes

Pasien diabetes diharuskan untuk mengatur pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. Pasien diabetes dan keluarganya dapat berkonsultasi dengan dokter atau dokter gizi untuk mengatur pola makan sehari-hari.

Untuk membantu mengubah gula darah menjadi energi dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, pasien diabetes dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, setidaknya 10-30 menit tiap hari. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter untuk memilih olahraga dan aktivitas fisik yang sesuai.

Pada diabetes tipe 1, pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. Selain itu, beberapa pasien diabetes tipe 2 juga disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur gula darah. Insulin tambahan tersebut akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat minum. Dokter akan mengatur jenis dan dosis insulin yang digunakan, serta memberitahu cara menyuntiknya.

Pada kasus diabetes tipe 1 yang berat, dokter dapat merekomendasikan operasi pencangkokan (transplantasi) pankreas untuk mengganti pankreas yang mengalami kerusakan. Pasien diabetes tipe 1 yang berhasil menjalani operasi tersebut tidak lagi memerlukan terapi insulin, namun harus mengonsumsi obat imunosupresif secara rutin.

Pada pasien diabetes tipe 2, dokter akan meresepkan obat-obatan, salah satunya adalah metformin, obat minum yang berfungsi untuk menurunkan produksi glukosa dari hati. Selain itu, obat diabetes lain yang bekerja dengan cara menjaga kadar glukosa dalam darah agar tidak terlalu tinggi setelah pasien makan, juga dapat diberikan.

Pasien diabetes harus mengontrol gula darahnya secara disiplin melalui pola makan sehat agar gula darah tidak mengalami kenaikan hingga di atas normal. Selain mengontrol kadar glukosa, pasien dengan kondisi ini juga akan diaturkan jadwal untuk menjalani tes HbA1C guna memantau kadar gula darah selama 2-3 bulan terakhir.

Read More
0
Kesehatan

Penyebab Diabetes

Seseorang akan lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:

  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1.
  • Menderita infeksi virus.
  • Orang berkulit putih diduga lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 dibandingkan ras lain.
  • Bepergian ke daerah yang jauh dari khatulistiwa (ekuator).
  • Diabetes tipe 1 banyak terjadi pada usia 4-7 tahun dan 10-14 tahun, walaupun diabetes tipe 1 dapat muncul pada usia berapapun.

Sedangkan pada kasus diabetes tipe 2, seseorang akan lebih mudah mengalami kondisi ini jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:

  • Kelebihan berat badan.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2.
  • Kurang aktif. Aktivitas fisik membantu mengontrol berat badan, membakar glukosa sebagai energi, dan membuat sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Kurang aktif beraktivitas fisik menyebabkan seseorang lebih mudah terkena diabetes tipe 2.
  • Usia. Risiko terjadinya diabetes tipe 2 akan meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida abnormal. Seseorang yang memiliki kadar kolesterol baik atau HDL (high-density lipoportein) yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2.

Khusus pada wanita, ibu hamil yang menderita diabetes gestasional dapat lebih mudah mengalami diabetes tipe 2. Selain itu, wanita yang memiliki riwayat penyakit polycystic ovarian syndrome (PCOS) juga lebih mudah mengalami diabetes tipe 2.

Read More
0
Kesehatan

Gejala Diabetes

Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan pada diabetes tipe 2, banyak penderitanya yang tidak menyadari bahwa mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun, karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:

  • Sering merasa haus.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Sering merasa sangat lapar.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Terdapat keton dalam urine. Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi.
  • Lemas.
  • Pandangan kabur.
  • Luka yang sulit sembuh.
  • Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.

Beberapa gejala juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang mengalami diabetes, antara lain:

  • Mulut kering.
  • Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki.
  • Gatal-gatal.
  • Disfungsi ereksi atau impotensi.
  • Mudah tersinggung.
  • Mengalami hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi beberapa jam setelah makan akibat produksi insulin yang berlebihan.
  • Munculnya bercak-bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan, (akantosis nigrikans) sebagai tanda terjadinya resistensi insulin.

Beberapa orang dapat mengalami kondisi prediabetes, yaitu kondisi ketika glukosa dalam darah di atas normal, namun tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes. Seseorang yang menderita prediabetes dapat menderita diabetes tipe 2 jika tidak ditangani dengan baik.

Read More
0
Kesehatan

Mengenal Penyakit sebelum melakukan cara mengobati ispa pada anak

Infeksi pernapasan pada anak-anak sangat umum. Gejala infeksi pernapasan dibahas, seperti juga penyakit lain termasuk croup, infeksi telinga, dan mata merah muda.

ISPA pada Anak Jangan Disepelekan - Alodokter

Apa yang perlu saya ketahui tentang infeksi saluran pernapasan pada anak-anak?

Mereka sangat umum, terutama pada anak-anak di tempat penitipan anak atau sekolah atau pada anak-anak dengan saudara kandung. Memiliki enam infeksi pernapasan per tahun adalah normal. Beberapa infeksi pernapasan yang tidak rumit dapat bertahan hingga dua minggu. cara mengobati ispa pada anak masih belum banyak yang mengetahui karena banyak gejala pernapasan tumpang tindih dan membuat penyakit sulit dibedakan, terutama untuk orang tua dan guru.

Apa saja gejala umum pada penyakit pernapasan yang tidak rumit?

  • Hidung beringus
  • Sakit tenggorokan
  • mata merah
  • Suara serak
  • Batuk
  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Apa saja gejala yang dapat menyebabkan Anda mencari saran medis?

  • Bernafas dengan cepat
  • Retraksi (melihat garis yang lebih dalam dari tulang rusuk atau tulang rusuk dari apa yang normal)
  • Batuk (sering; muntah dapat terjadi dengan itu)
  • Aktivitas (tidak bermain atau menjadi diri sendiri yang biasa)
  • Berbicara (bayi dan balita tenang, tidak mengeluarkan suara normal. Anak-anak yang lebih besar tidak dapat berbicara secara normal, harus menarik napas di antara kata-kata)
  • Wheezing (suara siulan bernada tinggi terdengar saat menghela nafas)
  • Stridor (suara bergetar keras dan serak terdengar saat menarik napas. Saat berlangsung, itu bisa terdengar seperti anjing laut, terutama dengan batuk)
  • Demam (catat jumlah popok yang digunakan bayi / balita atau kapan terakhir kali anak Anda yang buang air kecil buang air kecil)

Setidaknya ada 200 virus terpisah yang dapat menyebabkan pilek, jadi sayangnya tidak ada obat yang tersedia.

Komplikasi termasuk infeksi telinga, infeksi sinus, pneumonia, dan infeksi mata.

Pengobatan hanya simtomatik:

  • Pengisapan hidung sesuai kebutuhan dan sebelum menyusui sangat membantu bayi.
  • Acetaminophen (seperti Tylenol®) hanya untuk rasa sakit dan demam.
  • Cairan selalu penting, bahkan jika nafsu makan anak buruk.
  • Sebagian besar obat flu yang dijual bebas tidak membantu dan harus dihindari.
  • Jangan pernah memberikan antibiotik yang tersisa dari penyakit sebelumnya atau dari anak lain.

Apa yang menyebabkan sakit tenggorokan?

Sebagian besar sakit tenggorokan, termasuk sakit tenggorokan yang ditemukan pada mononukleosis, disebabkan oleh virus dan masuk angin. Strep (bakteri Streptococcus) menyebabkan sekitar 10% kasus, dan infeksi tenggorokan dan amandel yang dihasilkan dapat terlihat persis seperti virus radang tenggorokan.

Sakit tenggorokan karena virus umumnya berlangsung sekitar tiga hingga lima hari. Strep biasanya merespon antibiotik dalam 24 jam. Mononukleosis umumnya berlangsung sekitar satu minggu tetapi dapat menyebabkan gejala selama dua hingga empat minggu.

cara mengobati ispa pada anak  dengan Antibiotik hanya berguna untuk radang tenggorokan. Jangan pernah memberikan antibiotik sisa dari penyakit sebelumnya atau dari anggota keluarga lain.

Komplikasi strep termasuk ruam yang dikenal sebagai demam berdarah, dan yang lebih serius, demam rematik, yang dapat dicegah dengan pengobatan yang tepat. Mononukleosis dapat menyebabkan kesulitan bernapas jika amandel menjadi cukup besar. Hati dan limpa bisa membesar; olahraga kontak harus dihindari selama sekitar empat minggu.

Penyedia layanan kesehatan Anda perlu melihat semua bayi berusia di bawah enam minggu jika mereka mengalami peningkatan suhu. Acetaminophen (Tylenol®) adalah obat teraman untuk digunakan untuk mengurangi demam; berkonsultasilah dengan dokter anak Anda untuk memastikan Anda memberikan jumlah yang benar. Ibuprofen cair (seperti Liquid Advil®) tersedia dengan resep dokter dan dapat disarankan. Jangan pernah menggunakan aspirin tanpa berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Pertimbangkan mandi spons, menggunakan air suhu kamar, jika demam tidak turun setelah 30 menit.

sumber :

https://www.drugs.com

https://my.clevelandclinic.org

https://www.msdmanuals.com

sumber gambar

https://www.alodokter.com

Read More